Makalah Komputer 'Media Gambar Diam-Foto'





Klik show untuk melihat
BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Dewasa ini pendidikan sangat identik dengan pembelajaran di kelas. Beragam cara dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Berkembangnya MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) saat ini sangat menunjang kemajuan dan perkembangan sekolah karena sekolah diberikan kebebasan untuk mengatur dirinya sendiri, apalagi akhir-akhir ini sudah didengungkan Manajemen Berbasis Kelas (MBK). MBK memungkinkan kebebasan guru untuk megelola kelasnya sehingga pembelajaran berlangsung dengan efektif dan dapat mencapai hasil yang optimal. Dengan berkembangnya MBK inilah guru dituntut untuk menguasai berbagai metode dan model pembelajaran yang berkembang saat ini.
Selain itu guru juga harus dapat dengan cepat menentukan media dan alat peraga yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Berbagai media dan alat peraga yang berkembang saat ini yang beragam macam dan bentuknya sangat membantu guru dalam proses penanaman konsep sehingga siswa lebih mudah memahaminya.
Salah satu contoh media yang akan dibahas dalam makalah ini adalah media gambar diam. Media gambar diam dapat berupa foto, gambar, peta, dan sebagainya. Media gambar diam yang khusus dibahas dalam makalah ini adalah foto. Penggunaan foto sebagai media pembelajaran diharapkan dapat membantu guru dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa di Sekolah Dasar.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, sehingga dapat dirumuskan beberapa permasalahan, yaitu:
1. Bagaimana teknik membuat foto agar bisa digunakan sebagai media pembelajaran?
2. Bagaimana pengaruh penggunaan media foto dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa di Sekolah Dasar?

1.3 Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui teknik membuat foto agar bisa digunakan sebagai media pembelajaran
2. Mengetahui pengaruh penggunaan media foto dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa di Sekolah Dasar

1.4 Manfaat Penulisan
Setelah penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan maanfaat kepada:
a. Intern Sekolah
1. Siswa
Setelah guru menggunakan media foto dalam pembelajaran, hasil belajar IPS siswa dapat meningkat.
2. Guru
Guru lebih mudah dalam menjelaskan materi dan konsep yang menjadi tujuan pembelajaran.
3. Sekolah
Sekolah kelak dapat menghasilkan siswa-siswa berprestasi dan memiliki guru yang kreatif.

b. Luar Sekolah
1. Penulis
Penulis dapat memenuhi tugas mata kuliah Komputer dan Media Pembelajaran serta mendapat pengalaman yang lebih dalam membuat makalah.
2. Pembaca
Pembaca dapat mengetahui teknik membuat foto yang akan digunakan sebagai media pembelajaran serta tahu pengaruh media foto terhadap hasil belajar siswa.
1.5 Metode Penulisan
Beberapa metode yang digunakan penulis dalam membuat makalah ini adalah :
1. Kajian Pustaka
Mencari bahan dan materi makalah dari berbagai sumber buku dan internet.
2. Wawancara
Melakukan tanya jawab dengan narasumber untuk memperoleh informasi tentang makalah yang akan dibuat.
3. Diskusi
Sharing dengan teman sejawat dan teman-teman guru untuk memperoleh pengalaman lebih banyak tentang proses pembelajaran yang menggunakan media foto.

BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Teknik Membuat Foto untuk Media Pembelajaran
Mendengar kata foto, kita akan terlintas terhadap gambar-gambar yang dihasilkan oleh sebuah alat perekam yang biasanya dapat dilihat oleh mata telanjang dengan berbagai macam ukuran. Menurut http://id.wikipedia.org Foto adalah gambar diam, yang dihasilkan oleh kamera yang merekam suatu obyek atau kejadian atau keadaan pada suatu waktu tertentu.
Untuk mendapatkan sebuah foto yang baik, harus melewati beberapa tahap yang belum tentu semua orang dapat melakukannya dengan baik. Disini yang menjadi permasalahan adalah bagaimana teknik mengambil gambar agar menghasilkan foto yang baik. Menurut http://WikiHow.com terdapat tujuh langkah untuk mangambil gambar dengan menggunakan kamera digital diantaranya adalah :
1. Cari tombol diatas atau kanan kamera untuk menghidupkan power
2. Jika perlu kita dapat menyesuaikan pengaturan
3. Melihat ke layar LCD untuk melihat objek yang menjadi target kita, perbesar bila perlu.
4. Cari tombol foto (biasanya terletak di kanan atas kamera)
5. Setelah target sesuai keinginan, tekan terus tombol foto sampai kamera berkedip
6. Lihat gambar dengan menggunakan tombol pemutar pada bagian belakang kamera
7. Simpan foto pada kartu memori atau dapat langsung mentransfer melalaui kabel USB ke komputer.
Apabila file foto sudah tersimpan, sewaktu-waktu file tersebut dapat dicetak untuk digunakan sesuai keperluan. Sama halnya dengan membuat foto, mencetak foto juga harus memerlukan keahlian khusus, tidak sembarang orang dapat mencetak foto sendiri. Foto dapat dicetak dengan berbagai macam aplikasi cetak foto, seperti: Photoscape, Photoshop ataupun Windows XP.
Beberapa langkah yang harus ditempuh untuk mencetak foto melalui Windows XP adalah:
1. Klik 2 kali gambar yang akan dicetak. Otomatis gambar akan menjadi besar,
2. lalu pilih print (icon bergambar printer). Atau bisa juga tanpa mengklik 2x kali gambar, hanya dengan mengklik kanan gambar dan pilih print,
3. maka akan keluar wizard, terus pilih next,
4. akan ada pilihan gambar yang mau dicetak.jika anda ingin mencetak 2 gambar sekaligus, centang 2 gambar dan next lagi,
5. akan muncul jenis printer yang akan digunakan.jika anda menggunakan 2 printer, silahkan pilih salah satu. Dibawahnya ada pilihan printing preference, fungsinya adalah pengaturan pada cetakan seperti jenis kertas, ukuran kertas, kualitas dan masih banyak lagi. Ukuran yang umum untuk kertas biasanya A4. Setelah semuanya dirasa sudah pas, klik kembali pilihan next,
6. nah ada pilihan lagi, kita juga dapat cetak foto ukuran apa?
7. jika serasa udah pas, tinggal pilih next, maka printer akan langsung mencetak.

Selain mencetak foto melalui Windows XP, foto juga dapat dicetak melalui Photoshop, beberapa langkahnya adalah:
1. Buka photoshop,
2. ambil gambar yang akan dicetak,
3. klik file(letaknya di pojok kiri atas) kemudian klik print with preview,
4. akan muncul preview gambar yang akan kita cetak,
5. sekarang yang harus kita lakukan adalah mengatur jenis kertas, ukuran kertas dsb.untuk mengaturnya, kita klik Page setup,
6. maka akan muncul jendela baru, nah di tab size kita ganti dengan ukuran kertas yang akan digunakan. Misalnya A4. Orentation kamu ganti portrait, kemudian klik ok,
7. kita akan kembali lagi pada tab preview gambar,
8. kemudian pilih print,
9. kemudian pilih properties, atur ukuran dan jenis kertas yang mau dipakai,
10. lalu klik ok.

Apabila foto yang dicetak akan digunakan untuk media pembelajaran mestinya foto-foto tersebut dicetak dengan ukuran lebih besar agar siswa lebih mudah melihat dan memahaminya serta dicetak menggunakan kertas biasa sehingga dapat menekan biaya yang dikeluarkan oleh guru dan sekolah. Foto-foto tersebut juga dapat disimpan sebagai dokumentasi dan arsip apabila diperlukan dikemudian hari baik sebagai media pembelajaran maupun sebagai kenangan.

2.2 Pengaruh Penggunaan Media Foto dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI Sekolah Dasar
Manajemen Berbasis Kelas yang didengungkan pemerintah hendaknya disikapi dengan baik oleh semua kalangan pendidikan baik yang terlibat langsung maupun yang mendukung berjalannya pendidikan itu sendiri. Memanajerial kelas bukanlah pekerjaan yang mudah, perlu kemampuan khusus agar proses pembelajaran berjalan kondusif sehingga hasil belajar siswa menjadi optimal. Berbagai model pembelajaran dan metodenya telah dikembangkan dan dilaksanakan oleh guru-guru Sekolah Dasar. Namun hal itu belum cukup apabila dalam pembelajaran tidak didukung oleh alat bantu pemebelajaran yang berupa media pembelajaran. Media pembelajaran yang kerap dipakai adalah berupa gambar diam baik itu berupa foto, gambar ataupun peta.
Media foto dapat digunakan dalam setiap pembelajaran di kelas baik dalam mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia, PKn dan IPA. Media ini sangat diminati oleh guru karena selain mudah untuk memperolehnya juga sangat menarik minat siswa agar fokus terhadap materi yang dijelaskan.
Misalnya dalam pembelajaran IPS di kelas VI Sekolah Dasar, media ini sangat efektif digunakan dalam menyampaikan materi kenampakan alam. Guru dapat menyediakan berbagai macam foto tentang kenampakan alam, seperti: pegunungan, lautan, dataran rendah, dataran tinggi, dan sebagainya. Foto-foto tersebut dapat diperlihatkan dalam kegiatan apersepsi. Guru menunjukkan dan menanyakan tentang isi gambar. Tentu hal ini akan membuat siswa tertarik untuk mengikuti pelajaran IPS yang sedang berlangsung. Hal tersebut akan menjadi modal awal seorang guru untuk mengelola kelas. Karena keberhasil dalam mengelola kelas sangat ditentukan oleh cara guru memotivasi siswanya untuk belajar.
Selain cara di atas, guru juga dapat menugaskan siswa untuk mencari berbagai jenis foto di surat kabar, majalah, ataupun di buku-buku tentang kenampakan alam. Foto-foto tersebut kemudian diceritakan oleh siswa ke depan kelas, dimana ceritanya berkaitan dengan materi kenampakan alam yang sedang dipelajari. Hal ini tentu akan meningkatkan motivasi anak untuk membaca buku agar dapat menceritakan gambar yang dibawanya ke depan kelas.
Berbagai cara harus dapat dilakukan oleh seorang guru yang profesional agar kondisi kelas selalu dalam keadaan nyaman dan terkendali. Ketika pembelajaran IPS berlangsung guru dapat melakukan penilaian proses. Indikator yang dinilai dapat berupa keaktifan, kerjasama, disiplin, dan kemampuan siswa dalam menangkap materi yang disampaikan baik oleh guru maupun oleh temannya sendiri. Pada akhir pelajaran guru dapat melakukan penilaian akhir berupa tes lisan atau tertulis untuk mengukur seberapa jauh siswanya dapat memahami materi IPS tentang kenampakan alam. Disini guru dapat mengukur tingkat keberhasilan penggunaan media foto untuk pembelajaran IPS tentang kenampakan alam.
Penggunaan media foto dalam pembelajaran IPS sangat efektif karena:
1. Lebih Kongkrit/Realistik
Media foto adalah media yang kongkrit dan realistik karena foto merupakan penggambaran nyata dari suatu obyek/peristiwa. Berbeda dengan media ilustrasi/sketsa yang merupakan upaya penggambaran kembali dari suatu obyek, media foto menampilkan tampilan suatu obyek dengan sebenarnya/apa adanya.
2. Mengatasi Keterbatasan Ruang dan Waktu
Sebuah foto menampilkan obyek/peristiwa yang terjadi di suatu tempat pada satu waktu tertentu. Melalui media foto, kita bisa menyaksikan kembali suatu kejadian/obyek yang berada dimanapun dan terjadi kapanpun (tentunya dalam waktu yang lampau). Jadi keterbatasan ruang dan waktu sudah bukan masalah lagi.
3. Mengatasi Keterbatasan Penglihatan
Mata manusia hanya bisa melihat sesuatu yang berada di depan dan sekelilingnya dengan jarak pengamatan yang amat terbatas. Sedangkan sebuah foto, bisa diambil di tempat manapun, asal itu memungkinkan, juga dengan tingkat pencahayaan dan pembesaran yang dapat disesuaikan. Jadi media foto telah berhasil mengatasi keterbatasan kemampuan pengamatan mata manusia. Karena melalui media ini, kita bisa melihat sesuatu yang berada dimanapun, baik itu jauh, dekat, di kedalaman laut, di angkasa luar dll
4. Mudah Dilakukan
Membuat sebuah foto tidaklah sulit. Asalkan ada kamera, siapapun pasti bisa menekan tombolnya untuk membuat sebuah foto. Terlebih lagi dengan kehadiran teknologi fotografi digital. Membuat hasil foto yang bagus kini bukanlah dominasi para fotografer profesional saja
5. Murah dan Mudah
Karena fotografi sudah semakin memasyarakat, para produsen kamera dan perangkat fotografi lainnya melakukan produksi secara massal dan besar-besaran. Implikasinya, perangkat-perangkat tersebut menjadi mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau. Harga untuk mencetak sebuah foto pun semakin murah, sehingga fotografi sudah menjadi bidang yang mudah dilakukan dan bisa dilakukan siapapun




BAB III
PENUTUP


3.1 Simpulan
Dewasa ini pendidikan sangat identik dengan pembelajaran di kelas. Beragam cara dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Salah satunya dengan mengunakan model, metode, dan media pembelajaran yang bervariasi. Berbagai media dan alat peraga yang berkembang saat ini yang beragam macam dan bentuknya sangat membantu guru dalam proses penanaman konsep sehingga siswa lebih mudah memahaminya. Contohnya, penggunaan foto sebagai media pembelajaran diharapkan dapat membantu guru dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa di Sekolah Dasar.
Berbagai cara harus dapat dilakukan oleh seorang guru yang profesional agar kondisi kelas selalu dalam keadaan nyaman dan terkendali. Ketika pembelajaran IPS berlangsung guru dapat melakukan penilaian proses. Indikator yang dinilai dapat berupa keaktifan, kerjasama, disiplin, dan kemampuan siswa dalam menangkap materi yang disampaikan baik oleh guru maupun oleh temannya sendiri. Pada akhir pelajaran guru dapat melakukan penilaian akhir berupa tes lisan atau tertulis untuk mengukur seberapa jauh siswanya dapat memahami materi IPS tentang kenampakan alam. Disini guru dapat mengukur tingkat keberhasilan penggunaan media foto untuk pembelajaran IPS tentang kenampakan alam.

3.2 Saran
Kepada pihak sekolah diharapkan dapat mendukung terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dengan cara menyediakan fasilitas berupa media ataupun alat pendukung lainnya. Selain itu pula, guru yang berperan sebagai manajerial di kelas harus lebih kreatif untuk menciptakan media pembelajaran yang inovatif sehingga proses belajar mengajar menjadi optimal.
DAFTAR PUSTAKA

http://andi-and1godwar.blogspot.com

http://fajargm.net

http://id.wikipedia.org

http://wikihow.com

Setiawan Denny, dkk. 2009. Komputer dan Media Pembelajaran. Universitas Terbuka: Jakarta

Jika Sobat menyukai Artikel di blog ini, Silahkan masukan alamat email sobat pada kotak dibawah untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Sobat akan mendapat kiriman artikel terbaru dari Media Pendidik dan Pendidikan


Artikel Terkait:

0 Komentar
Tweets
Komentar

0 comments:

Post a comment

Komentar anda sangat menentukan keberlangsungan blog ini.
Apabila anda tidak punya akun, gunakan anonymous
Apabila anda punya, gunakan Nama/URL
»Nama: diisi dengan nama anda
»»URL: diisi dengan alamat web, alamat email, dsb