Menulis sebagai Proses






Dalam pembelajaran menulis terdapat beberapa pendekatan yang sering digunakan antara lain :
1.         Pendekatan frekuensi menyatakan bahwa banyaknya latihan mengarang akan membantu meningkatkan keterampilan menulis seseorang
2.         Pendekatan gramatikal menyatakan bahwa pengetahuan seseorang mengenai struktur bahasa akan mempercepat kemahiran dalam menulis
3.         Pendekatan koreksi menyatakan bahwa seseorang dapat menjadi penulis yang baik apabila banyak mendapat masukan dari orang lain.
4.         Pendekatan formal menyatakan bahwa keterampilan menulis akan diperoleh bila pengetahuan bahasa, pengalineaan, pewacanaan serta aturan menulis dikuasai dengan baik.

Menulis dikatakan sebagai proses karena menulis merupakan serangkaian aktivitas yang terjadi dan melibatkan tahap-tahap yaitu :
1.      Tahap Prapenulisan merupakan fase persiapan menulisseperti menentukan topik dan tujuan karangan, mengumpulkan informasi serta membuat kerangka karangan.
2.      Penulisan merupakan tahapa untuk mengembangkan ide atau informasi yang diperoleh pada tahap prapenulisan
3.      Pascapenulisan merupakan tahap penghalusan dan penyempurnaan buram yang kita hasilkan

Jika Sobat menyukai Artikel di blog ini, Silahkan masukan alamat email sobat pada kotak dibawah untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Sobat akan mendapat kiriman artikel terbaru dari Media Pendidik dan Pendidikan


Artikel Terkait:

1 Komentar
Tweets
Komentar

1 comments:

Abu Ely said... Reply

1. Dari 4 pendekatan tersebut manakah yang lebih baik. mohon di jelaskan kebikannya.

2. Dapatkah pendekatan-pendekatan tersebut dikolaborasikan dalam proses penulisan? jika ya mengapa.? n Jika tidak Why?

By : abubakarely60@yahoo.com

Post a comment

Komentar anda sangat menentukan keberlangsungan blog ini.
Apabila anda tidak punya akun, gunakan anonymous
Apabila anda punya, gunakan Nama/URL
»Nama: diisi dengan nama anda
»»URL: diisi dengan alamat web, alamat email, dsb