Kegiatan Keaksaraan Fungsional (KF Culik)






2.1      Kegiatan Pembelajaran yang Dilaksanakan
Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran keaksaraan fungsional (tingkat keaksaraan dasar) dilaksanakan meliputi beberapa tahapan. Ini dilakukan agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Tahapan-tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1.      Menentukan calon Warga Belajar (WB) yang akan dibimbing dengan pengisian angket (terdapat dalam lampiran).
Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara mendatangi rumah-rumah warga masyarakat yang tercatat dalam data warga masyarakat yang buta aksara yang diberikan oleh Kelian Banjar Dinas Seloni. Kegiatan ini mendapat beberapa hambatan. Salah satu diantaranya adalah banyaknya warga yang mengaku sudah melek huruf meskipun setelah dilakukan tes ternyata tidak mengenal huruf sama sekali, selain itu ada juga warga yang mangaku tidak mempunyai waktu untuk belajar, sudah tidak mampu melihat dengan jelas (rabun), dan banyak lagi alasan yang mereka katakan. Namun setelah diadakan pendekatan-pendekatan maka warga yang berhasil diajak untuk belajar hanya berjumlah 7 orang itupun dengan iming-iming uang.

2.      Menentukan kesepakatan belajar yang dilakukan pada pertemuan pertama yaitu pada tanggal 11 April 2009 (terdapat dalam lampiran)
Kesepakatan belajar tersebut tercapai dengan mempertimbangkan waktu yang dimiliki oleh Warga Belajar dan Tutor sehingga disepakati bahwa kegiatan belajar berlangsung sebanyak dua kali seminggu yaitu setiap hari Sabtu dan Minggu Pk. 19.00 s/d 21.00 Wita.

3.      Mengidentifikasi kemampuan awal dan kebutuhan belajar WB
Kegiatan identifikasi ini dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada Warga Belajar yang kemudian dituangkan ke dalam formulir Format 1a (terdapat dalam lampiran).

4.      Membuat Program Kegiatan Pembelajaran
Program ini dibuat sekali selama kegiatan berlangsung sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan pembelajaran sekaligus sebagai batasan-batasan materi yang akan disampaikan kepada Warga Belajar.

5.      Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Selama kegiatan ini berlangsung Tutor hanya membuat RPP sebanyak 3 buah yang dikembangkan selama 11 pertemuan.

6.      Melaksanakan proses pembelajaran
Proses pembelajaran dilaksanakan sangat tergantung pada situasi dan kondisi WB agar mereka merasa nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan papan tulis sebagai tempat menulis tutor dan WB serta sabak sebagai tempat menulis WB selain menggunakan buku tulis.

7.      Melakukan penilaian proses dan hasil belajar Warga Belajar
Penilaian proses dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung untuk mengetahui perkembangan dari masing-masing Warga Belajar sedangkan hasil belajar diperoleh setelah tutor memberikan evaluasi akhir pada setiap pertemuan.

2.2      Bahan Belajar, Media dan Sumber yang Dipergunakan
1.      Bahan Belajar
Bahan belajar sangat besar maanfaatnya dalam pemahaman materi oleh Warga Belajar. Bahan Belajar yang digunakan adalah bahan yang mudah mereka dapatkan di sekitar lingkungannya seperti di bawah ini :
Ä     Lidi, sapu
Ä     Cangkul
Ä     Jagung

Jika Sobat menyukai Artikel di blog ini, Silahkan masukan alamat email sobat pada kotak dibawah untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Sobat akan mendapat kiriman artikel terbaru dari Media Pendidik dan Pendidikan


Artikel Terkait:

0 Komentar
Tweets
Komentar

0 comments:

Post a comment

Komentar anda sangat menentukan keberlangsungan blog ini.
Apabila anda tidak punya akun, gunakan anonymous
Apabila anda punya, gunakan Nama/URL
»Nama: diisi dengan nama anda
»»URL: diisi dengan alamat web, alamat email, dsb