Aksi Nyata CGP - I Made Mudiartana - Nilai dan Peran Guru Penggerak

MEMBANGUN KOLABORASI POSITIF UNTUK MENINGKATKAN

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI

PADA SISWA KELAS 5B SDN 12 PEMECUTAN

TAHUN PELAJARAN 2020/2021

 

I Made Mudiartana

CGP Angkatan 1 Kota Denpasar

 

1.        Latar Belakang

Negara maju adalah negara yang menempatkan pendidikannya pada prioritas utama. Pendidikan memiliki kontribusi yang sangat besar dalam peningkatan kualitas bangsa. Pendidikan adalah sumber dari segala sumber kemajuan suatu bangsa, karena melalui pendidikan kualitas sumber daya manusia bangsa tersebut dapat ditingkatkan. Sumber daya manusia merupakan aset utama dalam membangun suatu bangsa, tidak terkecuali bagi bangsa Indonesia.

Untuk mengoptimalkan kontribusi pendidikan terhadap peningkatan kualitas bangsa Indonesia, semua pihak mempunyai kontribusi yang penting, apakah pengelola pendidikan itu sendiri, termasuk swasta, pemerintah, atau masyarakat pada umumnya. Pemerintah di sisi lain harus pula mempunyai komitmen kesungguhan untuk berpihak pada kemajuan pendidikan, demikian pula dengan masyarakat dalam hal ini orang tua siswa. Mereka harus menyadari akan pentingnya pendidikan bagi masa depan putra-putri bangsa yang tercinta ini. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat bernilai bagi peningkatan kualitas bangsa Indonesia.

Begitupun di masa pandemi covid-19 yang melanda Indonesia beberapa bulan terakhir. Pendidikan harus tetap berjalan dan bergerak demi masa depan bangsa. Kerjasama antar berbagai pihak sangat diperlukan, dimana salah satunya adalah orang tua siswa. Namun, dimasa pandemi covid-19 ini timbul kekhawatiran terhadap efektivitas kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR). Berkurangnya kolaborasi antara guru dan orang tua sebagai garda terdepan juga menambah kekhawatiran di beberapa kalangan. Hal ini sangat berdasar yakni karena adanya batas dan jarak antara guru dan orang tua siswa selama pandemi. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mendorong peningkatan kolaborasi antara guru dan orang tua siswa untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran jarak jauh. Upaya tersebut dapat diwujudkan dengan membangun kolaborasi positif antara guru dan orang tua siswa.

2.        Deskripsi Aksi Nyata

Covid-19 yang terjadi dalam beberapa bulan belakangan ini tak pelak mempengruhi dunia pendidikan. Guru dan siswa harus melaksanakan pembelajaran dalam jaringan atau via online. Hal tersebut juga akan berpengaruh besar terhadap efektivitas pembelajaran yang dilakukan. Agar tujuan pendidikan tetap tercapai dengan baik dimasa pandemi ini maka dibutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah kerjasama antara guru dan orang tua siswa. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan solusi dalam setiap kegiatan pembelajaran daring yang dilakukan. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan tindakan untuk aksi nyata. Tindakan yang akan dilakukan untuk mewujudkan kolaborasi yang efektif antara guru dan orang tua siswa di masa pandemi adalah sebagai berikut :

1)        Berkoordinasi dengan kepala sekolah mengenal kolaborasi yang akan dilakukan bersama orang tua siswa

2)        Membuat kesepakatan bersama antara guru dan orang tua siswa berkaitan dengan kegiatan siswa yaitu Belajar Dari Rumah (BDR)

3)        Menjalin komunikasi yang efektif dengan orang tua agar apa yang menjadi tujuan dapat terlaksana dengan baik. Komunikasi efektif yang dimaksud adalah sebagai berikut :

a)        Mengucapkan salam sebelum memberikan informasi terkait BDR putra-putrinya

b)        Memberikan emoji tersenyum, senang dan semangat dalam setiap penulisan pesan di whatsapp grup

c)        Selalu membalas pesan dan pertanyaan orang tua dengan penuh tanggung jawab

d)       Selalu memohon maaf apabila terlambat menjawab pesan atau menanggapi pesan dari orang tua

e)        Menggunakan bahasa yang santun sehingga tidak menyinggung perasaan anak dan pihak orang tua siswa

4)        Selalu menghubungi orang tua siswa apabila terdapat anak-anak yang melalaikan tugas BDR. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui penyebab hal tersebut bisa terjadi dan sebagai bentuk dedikasi sebagai seorang guru demi tercapainya tujuan pendidikan.

 

3.        Hasil dari Aksi Nyata

Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh atau BDR dilaksanakan sesuai dengan rancangan aksi nyata yang telah dibuat. Pada awalnya memang menemui hambatan. Namun, setelah dilakukan koordinasi dengan baik bersama orang tua, anak-anak mulai didampingi belajarnya oleh orang tua masing-masing. Dengan adanya pendampingan tersebut, anak-anak mulai menunjukkan peningkatan dalam belajar dan pengerjaan tugas selama BDR. Anak-anak mulai mengirimkan tugas-tugas BDR secara konsisten. Hal tersebut dibuktikan dengan keaktifan anak-anak menyelesaikan penugasan di Google Classroom.

 

4.        Pembelajaran yang Didapat

a)      Kegagalan

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi ini merupakan tantangan bagi sebagian guru. Banyak sekali pengalaman dan pembelajaran yang didapatkan. Salah satu pembelajaran yang diperoleh selama melakukan aksi nyata kolaborasi bersama orang tua ini adalah sulitnya mendapat akses komunikasi beberapa orang tua karena kesibukannya terlalu padat. Hal ini perlu mendapat permakluman karena rata-rata ekonomi orang tua siswa di SD Negeri 12 Pemecutan berada pada jenjang ekonomi menengah ke bawah. Orang tua harus berulang kali dihubungi, baik melalui telpon, SMS, WA maupun sosial media yang lainnya.

b)     Keberhasilan

Bentuk keberhasilan dari aksi nyata berkolaborasi dengan orang tua ini sungguh luar biasa. Sebelum pandemi, peran orang tua dalam pembelajaran mungkin sangat kecil karena pembelajaran lebih banyak dilakukan di sekolah dengan tatap muka. Namun, dengan aksi nyata ini, orang tua mengambil sebagian peran guru. Orang tua seolah-olah kembali menemukan kemampuan alamiahnya yaitu membimbing dan mendampingi anaknya dalam belajar. Anak-anak mulai antusias dalam belajar karena kontrol orang tua. Hal ini akan berdampak pada konsistensi pengiriman tugas selama PJJ.

 

5.        Rencana Perbaikan

Seperti yang diuraikan di atas, kolaborasi antara guru dan orang tua memiliki nilai yang sangat penting dalam peningkatan efektivitas pembelajaran selama PJJ. Namun karena adanya beberapa kendala dalam pelaksanaan aksi nyata ini, maka diperlukan rencana perbaikan. Rencana perbaikannya adalah mengunjungi orang tua siswa yang sulit dihubungi melalui telpon atau sosial media. Diharapkan dengan cara tersebut kolaborasi dapat tercipta demi peningkatan hasil belajar anak-anak.


6.        Dokumentasi Kegiatan




Jika Sobat menyukai Artikel di blog ini, Silahkan masukan alamat email sobat pada kotak dibawah untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Sobat akan mendapat kiriman artikel terbaru dari Media Pendidik dan Pendidikan

Aksi Nyata CGP - I Made Mudiartana - Penerapan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

PENERAPAN PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

DI KELAS 5B SEMESTER 1 SD NEGERI 12 PEMECUTAN

TAHUN PELAJARAN 2020/2021

 

Oleh:

I Made Mudiartana

Email 201511995445@guruku.id

 

PENDAHULUAN

Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Menurut Dewantara (2009), pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, maksudnya yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

Sistem pendidikan di Indonesia pada umumnya menggunakan sistem belajar tatap muka. Sistem belajar tatap muka ini dilakukan dengan menghadirkan anak ke ruang belajar atau kelas yang didalamnya  sudah terdapat satu atau lebih guru yang akan mendidik dan membimbing anak selama proses belajar. Sistem tatap muka ini sudah berlangsung sejak jaman kolonial dan masih berlangsung sampai saat ini. Sistem belajar tatap muka saat ini sudah mengalami sedikit perubahan dengan hadirnya beberapa metode mengajar yang dikembangkan oleh guru yang bertujuan untuk meningkatkan antusiasme siswa dalam belajar. Sistem ini masih menjadi salah satu pilihan guru dalam proses belajar mengajar sampai saat ini.

Sistem belajar tatap muka masih menjadi pilihan pavorite guru-guru dan pengajar baik pendidikan formal maupun non formal. Namun semenjak bulan Maret 2020, ketika pandemi covid-19 melanda Indonesia, sistem belajar mengalami sedkit pergeseran yaitu menggunakan sistem belajar tatap maya. Bagaimana tidak, covid-19 memaksa para pemangku kepentingan untuk membuat kebijakan yang melarang siswa yang berada di kawasan merah, orange dan kuning untuk melaksanakan sistem belajar tatap muka. Dengan kebijakan ini mengharuskan guru dan siswa melakukan proses pembelajaran harus menggunakan fasilitas daring atau tatap maya. Sistem belajar tatap maya adalah sistem belajar menggunakan bantuan internet untuk menggerakkan kelas-kelas maya yang dibuat oleh pendidik. Kelas-kelas maya yang berbentuk Learning Management System (LMS) ini dapat beroperasi jika terdapat jaringan internet pada masing-masing individu guru dan siswa.

Pada saat kegiatan belajar menggunakan LMS maupun tatap maya, guru dituntut memiliki inovasi-inovasi yang bisa dilakukan agar mampu mengkondisikan siswa seperti belajar tatap muka meskipun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selalu menekankan guru agar tidak mengejar ketercapaian kutikulum. Dalam pelaksanaan pembelajaraan tatap maya maupun melalui LMS hendaknya selalu mengoptimlkan ketercapaian kompetensi yang diharapkan dalam kurikulum 2013. Komptensi-kompetensi tersebut adalah sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan.

Pada kegiatan belajar tatap maya maupun menggunakan LMS atau yang sering kita kenal dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), guru mungkin tidak akan mengalami kendala pada komptenesi pengetahuan dan keterampilan, namun akan menjadi berbeda pada kompetensi sikap. Kompetensi sikap dalam kurikulum 2013 terbagi atas dua kompetensi yakni kompetensi sikap spiritual yang berhubungan dengan ketuhanan dan kompetensi sikap sosial yang berkaitan dengan hubungan antara manusia.

Sejalan dengan kurikulum 2013 di atas, Kemendikbud melalui Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020 tentang Renstra Kemendikbud Tahun 2020-2024 menyebutkan bahwa pada profil Pelajar Pancasila juga menekankan 6 kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa sebagai cermin dalam pelaksanaan nilai-nilai Pancasila yakni beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kebhinekaan global, bergotong royong, dan kreatif.

Dalam pelaksanaan PJJ, kompetensi sikap dalam kurikulum 2013 dan kompetensi kemandirian dalam profil Pelajar Pancasila menjadi sorotan karena guru sangat sulit melakukan kontrol terhadap aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Hal ini memerlukan inovasi guru agar mampu mengembangkan metode yang dapat mengukur ketercapaian sikap mandiri di atas. Olah karena itu dalam kesempatan ini, penulis mencoba menerapkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam pelaksanaan pembelajaran demi tercapainya komptensi sikap mandiri yang diharapkan dalam kurikulum 2013 dan profil pelajar Pancasila melalui aksi nyata Calon Guru Penggerak (CGP) pada kelas 5B SD Negeri 12 Pemecutan Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021.

 

PEMBAHASAN

Guru adalah tonggak penggerak agar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dapat berlangsung dengan baik. Guru juga harus mampu melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional. Selain pembelajaran yang menekankan kognitif dan psikomotor, afektif juga harus diberikan porsi maksimal. Salah satu caranya adalah dengan tetap menanamkan nilai karakter dalam setiap pembelajaran yang dilakukan. Karakter dalam profil pelajar Pancasila harus menjadi prioritas utama, khususnya kemandirian. Sebagai guru, penanaman sikap kemandirian tersebut dapat dilakukan dengan cara memberikan contoh dan penugasan praktik baik selama PJJ berlangsung. Beberapa aksi nyata yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

1.        Guru membuat kesepakatan bersama orang tua tentang penanaman nilai karakter mandiri selama PJJ berlangsung.

Kesepakatan ini sangat diperlukan untuk menanamkan pengertian kepada orang tua betapa pentingnya penanaman karakter mandiri selama PJJ berlangsung. Kesepakatan ini juga diperlukan agar dikemudian hari selama PJJ berlangsung tidak terjadi berbagai masalah yang tidak diinginkan. Orang tua dan guru harus berjalan beriringan demi tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan khususnya penanaman karakter mandiri.

2.        Memberikan penugasan mandiri secara berkala dan berkesinambungan.

Nilai-nilai karakter mandiri dapat dilihat dari sudut pandang guru jika anak-anak melakukan tugasnya secara mandiri. Penugasan kokurikuler secara mandiri dan berkesinambungan diperlukan untuk melihat kemajuan siswa melalui kumpulan tugas atau portofolionya. Tugas-tugas harus didesain sedemikian rupa agar dapat dikerjakan secara mandiri tanpa bantuan orang tua atau orang-orang yang ada di lingkungan terdekat anak. Dengan penugasan mandiri dan berkesinambungan diharapkan dapat menumbuhkembangkan karakter mandiri pada anak.

3.        Memberikan penugasan kegiatan positif yang dilakukan setiap harinya oleh masing-masing siswa.

Selain penugasan kompetenesi pengetahuan dan keterampilan secara mandiri dan berkesinambungan, sikap mandiri anak juga dapat dilatih dengan penugasan non kurikuler seperti penugasan kegiatan positif selama PJJ berlangsung. Penugasan ini juga bersifat mandiri namun bentuk kegiatannya berupa kegiatan positif seperti membersihkan tempat tidur ketika bangun tidur, sembahyang dipagi, siang dan sore hari, membantu orang tua, majejaitan, membersihkan rumah, dan lain sebagainya. Dengan kegiatan positif seperti ini diharapkan akan tertanam karakter dan sikap mandiri pada anak untuk mempersiapkan diri tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

4.        Memberikan feedback dan penguatan pada tiap dokumentasi tugas yang dikirimkan.

Pada pelaksanaan PJJ, penugasan kokurikuler dan non kurikuler akan dapat dilihat guru dan dinilai perkembangannya jika diberikan feedback dan penguatan pada tiap dokumentasi yang dikirimkan oleh orang tua ataupun siswa. Penguatan ini diperlukan untuk memepertahankan semangat anak-anak dalam mengerjakan dan melakukan tugasnya. Feedback dapat berupa umpan balik positif terhadap semua pekerjaan siswa. Selain itu diperlukan peran serta orang tua untuk memberikan penguatan pada anak-anaknya yang sudah melakukan tugasnya dengan baik sehingga semangat anak-anak kian tumbuh karena mendapat penguatan dari guru dan orang tuanya.

5.        Selalu menjaga komunikasi aktif dengan orang tua sebagai bentuk kontrol terhadap siswa

Setiap kegiatan yang dilakukan dapat berhasil dengan baik jika antara guru, orang tua dan siswa bersinergi dengan baik. Guru dan orang tua diharapkan dapat menjaga komunikasi aktif selama PJJ berlangsung demi tercapainya tujuan pendidikan khususnya penanaman karakter dan sikap mandiri siswa. Dengan terjalinnya komunikasi aktif antara guru dan orang tua diharapkan guru dapat mengontrol aktivitas siswa di rumah selama PJJ berlangsung.

 

Dari kelima aksi nyata yang dilakukan oleh guru di atas, diharapkan dalam diri siswa tertanam karakter dan sikap mandiri. Sikap mandiri ini akan membantu siswa dalam setiap kegiatan yang dilakukannya. Siswa akan memiliki tanggung jawab terhadap tugas dan hasil belajarnya. Meskipun dalam situasi PJJ, siswa tidak lagi bergantung pada orang tuanya namun tetap pada komitmen dirinya bahwa belajar dan hasil belajarnya merupakan tanggung jawab dirinya sendiri. Dengan karakter dan sikap mandiri yang dimiliki diharapkan siswa akan siap hidup di tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.

Untuk mewujudkan hasil yang diharapkan di atas diperlukan inovasi guru dalam pelaksanaanya. Inovasi diperlukan agar dalam pelaksanaan pembelajaran yang menekankan sikap dan karakter mandiri hanya diketahui oleh guru dan orang tua siswa atau dengan kata lain  sikap dan karakter mandiri menjadi hal yang tersirat dalam setiap pembelajaran yang dilakukan selama PJJ berlangsung. Dalam pelaksanaannya, guru tentu akan menemukan kegagalan maupun keberhasilan. Prediksi kegagalan yang mungkin akan ditemui adalah sulitnya berkomunikasi dengan beberapa orang tua siswa. Hal ini sangat beralasan karena SD Negeri 12 Pememcutan berada pada kawasan masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah otomatis akan sangat mudah ditemukan orang tua yang tidak memiliki alat bantu komunikasi (gadget). Kegagalan lain yang mungkin akan ditemui adalah kurangnya partisifasi aktif orang tua dalam memantau dan mendampingi anaknya dalam belajar. Kegagalan-kegagalan ini diharapkan dapat diminimalisir dengan melakukan home visite ke rumah-rumah siswa yang tidak memiliki alat bantu komunikasi.

Selain kegagalan, dalam pelaksanaan PJJ yang menekankan sikap dan karakter mandiri ini tentunya diharapkan membawa keberhasilan terutama dalam pembentukan sikap mandiri anak. Melalui sikap mandiri ini, anak-anak akan lebih bertanggung jawab terhadap tugas dan belajarnya. Selain itu anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepercayaan diri tinggi dalam menjalankan setiap aktivitasnya.

Pembelajaran jarak jauh di masa pandemi dengan menekankan salah satu karakter dan sikap pada profil pelajar Pancasila yaitu mandiri akan berjalan dengan baik jika setiap komponen yang terlibat mau berkolaborasi untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang diharapkan. Setiap kegagalan yang ditemui pada pembelajaran sebelumnya harus dibuat perencaanaan untuk perbaikan di masa mendatang. Rencana perbaikan yang dilakukan untuk memperkecil kemungkinan kegagalan kembali muncul adalah dengan : (1) Melakukan pendekatan secara persuasif kepada orang tua untuk menjelaskan betapa pentingnya penanaman karakter pelajar Pancasila, (2) Melakukan home visite ke rumah-rumah siswa untuk meyakinkan orang tua dan siswa bahwa penanaman sikap, karakter dan budi pekerti sangat penting dan paling baik dilakukan mulai dari keluarga. Menurut Dewantara (2009), keluarga menjadi tempat yang utama dan paling baik untuk melatih pendidikan sosial dan karakter baik bagi seorang anak. Keluarga merupakan tempat bersemainya pendidikan yang sempurna bagi anak untuk melatih kecerdasan budi-pekerti (pembentukan watak individual). Keluarga juga menjadi ruang untuk mempersiapkan hidup anak dalam bermasyarakat dibanding dengan pusat pendidikan lainnya.

 

PENUTUP

Guru adalah kunci dalam setiap pembelajaran yang dilakukan di kelasnya. Guru yang baik adalah guru yang mampu mengantarkan anak didiknya menjadi pribadi yang berbudi pekerti dan memiliki sikap sesuai nilai-nilai Pancasila. Guru menjadi pamong dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Guru hanya bertugas menjadi penuntun anak-anak untuk menemukan kemerdekaan dalam belajarnya. Oleh karena itu guru harus memiliki inovasi-inovasi yang dapat memberikan ruang kemerdekaan setiap anak dalam proses belajarnya. Guru juga diharapkan mampu menjalin komunikasi aktif dengan semua elemen pendukung pendidikan demi terwujudnya tujuan pendidikan itu sendiri.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Dewantara, K.H. (2009). Menuju Manusia Merdeka. Yogyakarta: Leutika

Kemendikbud. (2020). Permendikbud No. 22 tentang Rencana Strategis Kementerian Penbdidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024. Jakarta: Kemendikbud 



DOKUMENTASI AKSI NYATA



Jika Sobat menyukai Artikel di blog ini, Silahkan masukan alamat email sobat pada kotak dibawah untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Sobat akan mendapat kiriman artikel terbaru dari Media Pendidik dan Pendidikan

Aplikasi Penulisan Ijasah SD 2020 (Free Password)

Denpasar (Mei 2020) - Coronavirus Disease 2019 yang kemudian disingkat menjadi Covid-19 sampai saat ini masih dikategorikan pandemi. Pandemi yang melanda dunia sejak akhir 2019 ini sudah menjangkau hampir semua negara. Semua negara berusaha keras bahu-membahu untuk menghentikan penyebaran virus ini. Termasuk Indonesia, sampai saat ini masih bergulat dengan keseriusan penyebaran virus ini sejak Februari 2020. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menekan penyebarannya. Salah satu opsi yang sudah dilaksanakan oleh beberapa daerah di Indonenesia adalah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Kota Jakarta adalah Kota yang pertama kali mengambil opsi ini. Pengambilan opsi ini tentu sangat beralasan yaitu karena Kota Jakarta menjadi episentrum penyebaran virus dan sekaligus menjadi penyumbang terbanyak kasus positif corona di Indonesia. 
Pandemi ini telah menarik Indonesia dalam situasi yang sangat berat. Pemerintah selain memikirkan tentang keselamatan dokter sebagai garda terdepan juga harus berpikir tarik ulur untuk memperbaiki perekonomian yang kian merosot. Merosotnya Perekonomian tidak hanya berdampak pada masyarakat yang punya sedikit uang, tak pelak masyarakat golongan atas juga terdampak. Berbagai perusahaan harus menghentikan sementara usahanya. Jelas berpengaruh juga terhadap keuangan para konglomerat. 
Pereredaran uang hanya terbatas pada ASN dan Pegawai Swasta yang masih aktif bekerja. Itupun hanya untuk ASN yang masih memiliki sedikit tabungan, begitupula Guru yang masuk di dalamnya. Dalam situasi WFH (Work From Home) saat ini beberapa guru kehilangan penghasilan tambahannya. Beberapa guru yang sempat ditanya mengenai keadaan seperti ini mengatakan keadaan semakin tertekan terutama karena sebagian penghasilannya hilang krn siswa tidak lagi diperbolehkan berkumpul lebih dari 5 orang atau dengan kata lain "Les Mati Suri". Mungkin rangkaian kata tersebut sangat tepat menggambarkan beberapa teman yang mengalami keadaan ekonomi yang sedikit tertekan seperti saat ini.
Postingan ini sengaja dibuat untuk membantu para guru dalam pengolahan nilai ijasah di tengah-tengah tekanan ekonomi sulit seperti saat ini. Meskipun keadaan sangat sulit dalam hal ekonomi namun setidaknya dalam urusan pekerjaan dapat dipermudah sehingga tingkat stres dapat dikurangi.
Aplikasi pengolahan nilai ijasah di tahun pandemi ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dalam aplikasi tidak ada lagi nilai ujian sekolah, yang ada hanya nilai rapor smt 7-12 sesuai Juknis penulisan ijasah. Selain itu, beberapa sheet dalam aplikasi menggunakan password 123, jadi teman-teman guru bisa menyesuaikan dengan kebutuhan sekolahnya. Semoga bermanfaat, berikut link downloadnya.

Download Aplikasi Pengolahan Nilai Ijasah 2020
  1. Download Aplikasi Ijasah 2020 free password disini

Jika Sobat menyukai Artikel di blog ini, Silahkan masukan alamat email sobat pada kotak dibawah untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Sobat akan mendapat kiriman artikel terbaru dari Media Pendidik dan Pendidikan

UPGRADE!!! Aplikasi Rapor Online Semester 2 - Covid-19 [Download]

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) saat ini sudah dikategorikan "Pandemi". Berbagai upaya pemerintah bersama masyarakat dilakukan untuk menekan penyebarluasan virus ini. Salah satu kebijakan pemerintah adalah dengan mengeluarkan himbauan Social distancing dan Physical distancing. Itu berarti kita harus belajar dari rumah dan bekerja dari rumah. Guru mengajar dengan via daring, begitu pula dengan siswa. Selain itu guru juga harus melakukan penilaian via daring. Beragam flatform media pembelajaran digunakan oleh guru untuk keberlangsungan belajar anak-anak. Pengolahan nilaipun memerlukan sesuatu yang berbeda karena cara belajarnya berbeda. Termasuk pengolahan nilai rapor memerlukan aplikasi yang bisa mendukung pelaksanaan belajar dan bekerja dari rumah. Aplikasi rapor lama perlu diupgrade agar bisa digunakan untuk pengolahan nilai dan hasil rapor siswa nanti bisa berbentuk file digital (berekstensi .pdf) yang bisa dikirimkan ke siswa via WA, Telegram, email atau sejenisnya. 

Dalam postingan ini, saya selaku author aplikasi rapor kembali merilis aplikasi rapor yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Perbedaannya terletak pada fitur-fitur yang mendukung agar output rapor bisa berbentuk file digital / berformat pdf yang akan dikirimkan kepada orang tua siswa sebagai laporan pembelajaran tanpa harus mencetak dan membagikan rapor secara manual (bertemu/berkumpul) di sekolah.

Video Tutorial bisa dilihat di bawah ini :


Download Aplikasi Rapor Online Semester 2 2020
  1. Download Aplikasi Rapor Online Semester 2  disini

Jika Sobat menyukai Artikel di blog ini, Silahkan masukan alamat email sobat pada kotak dibawah untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Sobat akan mendapat kiriman artikel terbaru dari Media Pendidik dan Pendidikan

Aplikasi PK Guru (PKG) Revisi 2019

Guru  adalah  pendidik  profesional  yang  mempunyai  tugas,  fungsi,  dan  peran  penting dalam mencerdaskan  kehidupan  bangsa.  Guru  yang  profesional  diharapkan  mampu berpartisipasi dalam  pembangunan  nasional  untuk  mewujudkan  insan Indonesia  yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian. Tidaklah berlebihan kalau  dikatakan  bahwa  masa  depan masyarakat,  bangsa,  dan  negara,  sebagian  besar ditentukan oleh guru. Oleh sebab itu, profesi guru perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara terus menerus dan proporsional menurut jabatan fungsional guru.

Untuk meyakinkan bahwa setiap guru adalah seorang profesional dalam bidangnya, maka PK Guru harus diberlakukan kepada semua guru di setiap satuan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh pemerintah,  pemerintah  daerah,  dan  masyarakat.  Guru  yang dimaksud tidak  terbatas  kepada guru  yang  bekerja  pada  satuan  pendidikan  di  bawah kewenangan  Kementerian  Pendidikan  dan Kebudayaan  (Kemdikbud),  tetapi  juga mencakup guru yang bekerja pada satuan pendidikan di bawah kewenangan Kementerian Agama  (Kemenag)  dan/atau  Kementerian  lain,  serta  satuan pendidikan  lain  yang diselenggarakan oleh masyarakat.

Untuk mendapatkan informasi hasil PK Guru secara komprehensif, penilaian tidak hanya dilakukan oleh  kepala  sekolah/guru  penilai  saja.  Penilaian  juga  melibatkan  penilai internal lainnya yaitu teman sejawat, peserta didik dan penilai eksternal yaitu orang tua peserta  didik,  instansi/dunia usaha  dan dunia  industri  (Du/Di). Untuk itu  disediakan instrumen  tambahan  (suplemen)  yang dapat  menghimpun  data  dan  informasi  tentang kinerja Guru dari penilai internal dan eksternal tersebut. 

Selain  itu  kehadiran  guru  juga  dijadikan  salah  satu komponen yang  dinilai  dalam  PK Guru.  Hal  tersebut  berdasarkan  hasil  studi  yang  dilakukan  oleh  lembaga  penelitian SMERU dan Australian  Council  for  Educational  Research (ACER)  pada  tahun  2013 yang  dilaporkan pada  tahun  2015  tentang  rendahnya  kehadiran  Guru  di  Indonesia. Dengan penghimpunan data dan informasi dari berbagai unsur dan komponen kehadiran Guru, maka hasil PK Guru akan menjadi lebih komprehensif dalam menjawab tantangan.

Berdasarkan paparan di atas, tentu pelaksanaan PK Guru akan mejadi berat karena harus dilakukan menggunakan instrumen yang sangat kompleks. Pada kesempatan ini kami mencoba untuk mempermudah PK Guru tersebut dengan merilis Aplikasi PK Guru secara Gratissss yang dapat diunduh pada link berikut ini:


Fitur Baru Aplikasi PK Guru Revisi 2019
  1. Tampilan Profesional
  2. Sudah disertai Instrumen tambahan (suplemen) untuk siswa, orang tua siswa, dan guru (teman sejawat)
  3. Perubahan pada Lampiran 1D sesuai format terbaru
  4. Semua serba otomatis
Download Aplikasi PK Guru Revisi 2019
  1. Aplikasi PK Guru Revisi 2019  disini
  2. Pedoman PK Guru disini
  3. PPT PK Guru disini

Demikian postingan blog kali ini, semoga bermanfaat untuk kelancaran pelaksanaan PK Guru


Jika Sobat menyukai Artikel di blog ini, Silahkan masukan alamat email sobat pada kotak dibawah untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Sobat akan mendapat kiriman artikel terbaru dari Media Pendidik dan Pendidikan